|Pakaian Renang dan Pakaian Dalam | Laptop dan Netbook | Jogja Antik | Tebing Siung | Climbing Activity | Panjat Tebing Sleman | Bayi Sehat | Bertaman dan Berkebun|
"jangan ambil sesuatu kecuali foto, jangan tinggalkan sesuatu kecuali jejak, jangan bunuh sesuatu kecuali waktu."
Showing posts with label kliping wisata semarang. Show all posts
Showing posts with label kliping wisata semarang. Show all posts
01 Juni 2010 | 19:41 wib | Daerah
Pemasaran Pariwisata Jateng
Bibit: Jangan Mengandalkan Mancanegara
Semarang, CyberNews. Gubernur Jateng Bibit Waluyo mengganti Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jateng Gatot Bambang Hastowo dan menempatkannya dalam posisi baru sebagai Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Keuangan.
Gatot yang dilantik dalam serah terima jabatan pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Pempov Jateng, di Gedung Gradika Bhakti Praja Semarang, Selasa (1/6), diganti oleh Maryanto yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Perwakilan Pemprov Jateng di Jakarta.
Selain mutasi terhadap kepala Disbudpar Jateng, tadi Gubernur juga melantik Herry Supangat, kepala Dinas Pendapatan dan Aset Daerah (DPPAD) Jateng yang baru, menggantikan Sri Harjanto yang saat ini memasuki usia pensiun. Herry Supangat sebelumnya menjabat sebagai Kepala Biro Umum Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Gubernur dalam kesempatan itu menegaskan kepada Maryanto agar berpikir dan bekerja keras bagaimana caranya memasarkan wisata di Jateng. Ia menegaskan, dalam menjual wisata Jawa Tengah, dengan tidak mengandalkan pada wisatawan mancanegara. "Wisatawan mancanegara itu ora penting, Kesuwen! Buat orang tertarik datang baik melalui utara maupun selatan. Dan saya yakin Maryanto mampu untuk itu sebab link-nya di Jakarta sangat banyak," katanya.
Beberapa waktu lalu Disbudpar Jateng memang memfasilitasi temu bisnis antara 35 pelaku wisata asal Jateng dengan 65 pelaku wisata asal Bali, di Denpasar. Salah satu tujuan acara itu adalah agar wisatawan mancanegara yang datang ke Bali nantinya dapat dibawa ke Jateng melalui transaksi positif antarpelaku wisata di kedua provinsi tersebut.
Pada kesempatan itu Bibit pun mengulas kembali masalah Program Tahun Kunjungan Wisata 2011 yang terpaksa ditunda karena dinilai tidak ada kesiapan prasarana pendukung. "Kenapa diundur? Lha pripun, 2011 kalau dicanangkan ya belum siap. Apanya yang mau dipamerkan wong isih elek kabeh? Semarang isih kelip-kelip, isih rob, apa rob ini yang mau dipamerkan?" ucapnya.
Menurutnya terkait wajah Kota Semarang, ia pun sudah mengkomunikasikan ke wali kota. Sebab Semarang itu mukanya Jawa Tengah. Oleh sebab itu, menjadi wali kota itu harus etes. "Jadi pejabat nak ndak-nduk ya akhirnya tidak jelas."
Gubernur Bibit Waluyo mengatakan pergantian ini merupakan hasil penilaian tim evaluasi kinerja Pemprov. Pergantian itu menurutnya merupakan hal yang wajar dilakukan untuk menjaga dinamisasi organisasi. Menurut dia, struktural di tubuh pemerintah provinsi ini bagaikan tim sepak bola. "Jika ada pemain yang kecapaian, tentu akan kita ganti agar beristirahat. Kalau sudah segar kembali, dimainkan lagi."
( Yunantyo Adi /CN13 )
Sumber : http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2010/06/01/55921/Bibit-Jangan-Mengandalkan-Mancanegara
Kliping Opini Suara Merdeka : Museum di Kota Semarang Sebagai Ruang Publik Bagi Anak
Posted: by Karis As A Trader in Labels: kliping wisata semarangDitulis Oleh Anastasia Dwirahmi
03-09-2009,
Hak anak seperti pendidikan, rekreasi, dan hak untuk bermain memang masih terabaikan. Terlebih dalam sebuah perencanaan kota. Di kota Semarang sendiri, sebuah ruang publik sekaligus arena kreatif yang memadai bagi anak-anak belum tersedia.
Memadai disini berarti harus memenuhi syarat seperti, aman, bebas asap rokok, memiliki nilai edukasi dan dapat diakses oleh semua anak dari golongan ekonomi apapun. Dalam ruang ini, anak-anak juga harus bisa berkespresi secara spontan.
Ketidaktersediaan ruang publik ini membuat anak-anak tidak memiliki alternatif untuk berlibur di akhir pekan selain pergi ke mall atau –bagi mereka yang berkemampuan ekonomi lemah- menonton sinetron di rumah. Di tengah kota yang tidak lagi memungkinkan seorang anak untuk bermain-main di sawah yang luas dan sungai yang jernih, sebenarnya dibutuhkan sebuah arena bagi anak-anak untuk bisa bermain dengan aman dan nyaman.
Kliping Opini Suara Merdeka : Menengok Semarang dari Menara MAJT
Posted: by Karis As A Trader in Labels: kliping wisata semarangMenengok Semarang dari Menara MAJT
Ditulis Oleh udin
11-02-2008,
Ada yang unik di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT). Setiap malam minggu masjid ini ramai oleh kerumunan orang dewasa hingga anak-anak. Ada kereta yang berkeliling membawa penumpang anak-anak di pelataran MAJT, ada pula pasangan muda-mudi yang duduk-duduk santai menikmati pemandangan masjid yang megah itu. Yang tak kalah menarik adalah wisata menara MAJT. Malam itu saya terpaksa harus ikut mengantri untuk mendapatkan tiket.
Menara MAJT: malam Minggu Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) dipadati pengunjung. Seperti yang tampak di sekitar menara MAJT yang memiliki tinggi 99 meter.
Pada hari biasa tiket dijual lebih murah. Tapi pada hari sabtu minggu tiket dijual 4 ribu rupiah per kepala. Ada dua gerbong yang akan membawa pengunjung ke atas menara. Pemdangannya seperti antrian di bioskop saja. Satu gerbong akan dioberangkatkan setiap sekitar 10 orang dipandu oleh seorang perempuan muda berjlbab.
Sampai di atas saya menikmati pemandangan kota Semarang dari atas yang tampak bangunan kecil-kecil tertutupi pepohonan. Dari informasi yang saya dapat, menara itu dibangun diatas ketingian 99 meter. Untuk bisa menikmati pemandangan dengan jelas, kita bisa menyewa teropong yang dipasang di beberapa sudut menara yang berbentuk melingkar. Untuk mengoperasikannya kita menggunakan koin 500 rupiah untuk melihat beberapa menit.
Saya mengarahkan teropong ke arah kawasan Simpang Lima. Tampak Matahari, Hotel Ciputra, Masjid Baiturahman. Kemudian teropong saya arahkan lebih jauh, tampak lampu-lampu di pelabuhan Tanjung Mas. Dengan 4000 rupiah itu setiap pengunjung bisa menikmati pemandangan dari atas menara sepuasnya.
Saya kemudan turun dan untuk beberapa lama melepas lelah di pelataran masjid yang teramat luas itu. Lantainya masih terasa hangat, barangkali karena di siang hari lantai itu tertimpa sinar matahari. Anak-anak bermainan, orang-orang bergerombol, rombongan-rombongan menaiki bus.
Malam itu saya mendapati MAJT laaiknya tempat wisata, tak hanya masjid sepertikebanyakan, orang ke tempat ini sebagian untuk berwisata tidak semata untuk menunaikan ibadah. Ya, MAJT bisa menjad alternatif tujuan wisata anda di Kota Semarang.
Sumber : http://citizennews.suaramerdeka.com/?option=com_content&task=view&id=19
Kliping antara jateng : Perizinan Usaha Wisata Semarang Dihapus
Posted: by Karis As A Trader in Labels: kliping wisata semarangRabu, 12 Mei 2010 16:40:28 WIB | Oleh : Nur Istibsaroh
ANTARA - Pemerintah Kota Semarang menargetkan tahun ini menghapus seluruh perizinan usaha di sektor wisata mulai dari pendirian hotel, restoran, hingga tempat hiburan wisata.
"Perizinan nantinya tidak ada lagi, setelah rancangan peraturan daerah tentang kepariwisataan Kota Semarang disahkan. Perda tersebut akan mengatur perizinan di sektor usaha wisata Dihapuskan," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Agung Prijo Oetomo, di Semarang, Rabu.
Agung mengatakan saat ini Pansus DPRD Kota Semarang akan mengonsultasikan raperda tentang kepariwisataan dengan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata.
"Kami menargetkan, pertengahan tahun 2010 perdanya (tentang kepariwisataan, red.) sudah dapat disahkan," katanya.
Agung menjelaskan bahwa ke depan perizinan tidak diperlukan, akan tetapi cukup mendaftar sekali dan daftar ulang usaha di tahun ketiga usaha.
Sebelumnya, sejumlah perizinan usaha baik itu mendirikan hotel atau restoran yang harus dipenuhi di antaranya izin mendirikan bangunan (IMB), izin prinsip, izin gangguan atau hinder ordonantie (HO). Akan tetapi setelah ada perda tentang kepariwisataan, maka seluruh perizinan tersebut dihapuskan.
"Penghapusan perizinan tersebut dimaksudkan untuk menarik investor dan usaha di bidang pariwisata di Kota Semarang semakin besar," katanya.
Saat ini di Kota Semarang, ada sekitar 80 hotel dan jumlah restoran yang mengajukan izin usaha ada 115 restoran.
Kliping Suara Merdeka : Benahi Transportasi dan Pariwisata
Posted: by Karis As A Trader in Labels: kliping wisata semarangSemarang & Sekitarnya
31 Mei 2010
Benahi Transportasi dan Pariwisata
SEMARANG- Wali Kota terpilih, Soemarmo HS diminta membenahi penataan sektor transportasi dan pariwisata pada masa kepemimpinannya. Pasalnya, pariwisata yang ada selama ini belum tergarap secara maksimal. Penataan ulang sistem transportasi juga mendesak untuk mengurangi kesemrawutan.
Ketua Komisi B DPRD Kota, Agung Purno Sarjono, mengharapkan wali kota yang baru nantinya dapat membenahi pariwisata dengan baik.
Beberapa tempat wisata yang ada di Kota Semarang, pelayanan dan infrastruktur pendukung belum maksimal. Pemerintah semestinya membuat pelayanan yang memadai agar dapat mengelola dengan baik.
”Misalnya, dibangun beberapa bangunan yang dibutuhkan. Kalau itu bisa dibangun dan mudah diakses masyarakat, pasti akan lebih menarik. Yang tak kalah penting adalah mengoptimalkan pengelolaan sampah, sehingga tak berserakan,” ungkap Agung.
Dia mencontohkan Pantai Maron yang belakangan mengundang minat masyarakat untuk berdatangan. Dia memandang, kalau dimungkinkan untuk melibatkan pihak swasta mesti untuk menangani penanggulangannya melibatkan instansi terkait seperti Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Dinas Kelautan, dan Dinas Bina Marga.
Pemkot harus bisa mengoptimalkan benar potensi itu, dimulai dari pembuatan konsep dan perancangan yang diimbangi dengan sosialisasi ke masyarakat luas.
Kejar Ketinggalan
Sementara itu, pengamat transportasi Unika Soegijapranata, Djoko Setijowarno mengatakan, ada beberapa program pembenahan transportasi yang mendesak dilakukan pemkot untuk mengejar ketertinggalan dibanding kota-kota lain.
Dia mencontohkan, Pemkot Semarang sudah pernah ditawari untuk penerapan Intelligent Transport System-Area Traffic Control System (ITS-ATCS) dua tahun lalu.
”Tapi tidak ada respons. Solo saja sudah memasang ATCS sejak 2005, Semarang kapan? Padahal manfaatnya banyak dan bisa menunjukkan kalau Semarang termasuk kota yang maju dalam penataan transportasi,” katanya.
Menurutnya, sistem ITS-ATCS sangat efektif digunakan untuk memantau kondisi lalu lintas di persimpangan jalan. Dia mengharap agar beberapa program penataan transportasi yang selama ini tersendat harus direalisasikan dan dioptimalkan. Misalnya BRT Trans Semarang. Kalau dioptimalkan bukan tidak mungkin BRT bisa mendorong sektor pariwisata.
Yang tak kalau penting adalah pembenahan dan perbaikan jalan rusak yang kerap terjadi di sebagian besar Kota Semarang setiap kali hujan. (H21,H37-18)
Kliping Suara Merdeka : Pemkot Semarang Segera Hapus Perjinan Usaha
Posted: by Karis As A Trader in Labels: kliping wisata semarang13 Mei 2010 | 16:10 wib | Daerah
Pemkot Semarang Segera Hapus Perjinan Usaha
Semarang, CyberNews. Demi menarik investor dan mengembangkan usaha di bidang pariwisata, Pemerintah Kota Semarang akan menghapus seluruh perijinan usaha sektor wisata.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Agung Prijo Oetomo mengatakan pihaknya menargetkan Perda yang mengatur perijinan di sektor usaha wisata segera dihapuskan setelah rancangan peraturan daerah tentang kepariwisataan disahkan.
Hal itu disampaikan dalam lokakarya "Koordinasi Pembangunan Kemitraan Pariwisata Kota Semarang" di Hotel Horison, Selasa (12/5).
"Saat ini Pansus DPRD Kota Semarang masih merembug Raperda tentang kepariwisataan dengan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata. Semoga pertengan tahun ini perda tersebut bisa langsung disahkan," jelas dia.
Sejumlah perizinan usaha, lanjut Agung, baik untuk mendirikan hotel atau restoran yang harus dipenuhi diantaranya yakni izin mendirikan bangunan (IMB), izin prinsip, izin gangguan atau hinder ordonantie (HO). Namun nantinya setelah ada perda tentang kepariwisataan, seluruh perizinan tersebut dihapuskan.
Diskusi yang dimoderatori oleh Eriyati Rianto, Humas Suara Merdeka tersebut dihadiri sejumlah asosiasi di bidang pariwisata, diantaranya Food Beverage Manager Hotel Horison Lukmanul Hakim, Julia SKB, serta Ketua Bidang Pariwisata dan Promosi Kadin Jateng, Benita Eka Arijani, PHRI, Asita, Jateng Promo, dan HIPMI.
Lukmanul mengatakan, rencana pengembangan pariwisata tidak bisa dilakukan secara terpisah karena pariwisata tidak bisa berdiri sendiri dan diperlukan sinergi dari berbagai pihak.
"Yang harus dilakukan adalah menjual potensi wisata yang ada di Semarang. Seperti program city tour, wisatawan diajak berkeliling seputar Jalan Pemuda, Jalan Pandanaran dan kawasan Tugu Muda dengan becak wisata yang disediakan pihak hotel," paparnya.
( Fista Novianti /CN16 )
Sumber : http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2010/05/13/54360/Pemkot-Semarang-Segera-Hapus-Perjinan-Usaha-
Kliping Sinar Harapan : Pasar Imlek Semawis Simbol Pelestarian Budaya dan Bisnis
Posted: by Karis As A Trader in Labels: kliping wisata semarangSEMARANG – Sejak Imlek tahun 2004, kalangan Tionghoa Semarang menggelar Pasar Imlek Semawis di kawasan Pecinan mulai Jalan Wotgandul Timur, Gang Baru, Gang Belakang, Gang Gambiran, Gang Tengah dan Gang Besen. Upaya Pemerintah Kota Semarang merevitalisasi Pecinan sebagai kawasan wisata bagaikan gayung bersambut dengan kalangan Tionghoa yang mendominasi kawasan itu.
Begitu Pasar Imlek Semawis digelar tiga hari berturut-turut menjelang puncak Imlek, jalan-jalan yang pada hari-hari biasa menjadi pusat bisnis perdagangan, sudah dipenuhi banyak stand. Pejalan kaki menapaki sisi kiri dan kanan jalan. Di tengah jalan yang disebut gang itulah puluhan stand makanan, minuman, barang-barang beraroma China, hingga aneka dagangan lainnya digelar.
Budaya China memang berpadu apik dengan kepentingan bisnis. Warga Tionghoa yang sejak penjajahan Belanda dipaksa menjadi pedagang itu, kini makin menunjukkan eksistensinya. Di 180 stand di sepanjang jalan 400 meter itulah mereka menampilkan kemahiran berdagang dan berproduksi. Ada produsen kue yang menggelar stand, ada juga penjual jasa akupunktur serta pijat urat. Meski demikian, beberapa stand terisi oleh warga Jawa yang menjual aneka makanan khas Semarang.
Sejak era keterbukaan budaya yang dimulai ketika pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur), seni kaligrafi China mulai mendapatkan tempat. Para orang tua unjuk gigi mendemonstrasikan menulis huruf China. Pengunjung yang meminta namanya ditulis dalam huruf China dilayani gratis.
“Kami memang berharap Pasar Imlek Semawis menjadi perekat komunikasi masyarakat Semarang. Apalagi di kawasan Pecinan ini bersinggungan beberapa budaya dan masyarakat. Selain keturunan Tionghoa, ada juga orang-orang India maupun Pakistan, serta orang Jawa,” tutur Panitia Pasar Imlek Semawis Benita Eka Arijani. Di Semarang, dari 1,3 juta warga, sekitar 200.000 adalah keturunan Tionghoa.
sumber: http://www.sinarharapan.co.id/berita/0601/28/sh12.html
Kliping Suara Merdeka : Lima Kota Difokuskan Jadi Magnet Wisata
Posted: by Karis As A Trader in Labels: kliping wisata semarangEkonomi & Bisnis
22 Mei 2010
Lima Kota Difokuskan Jadi Magnet Wisata
SEMARANG-Jateng Promo terus menggencarkan program pariwisatanya. Dengan memperkuat jaringan pelaku bisnis di sektor pariwisata, lembaga tersebut berupaya menggaet wisatawan.
Andhy Irawan, Ketua Jateng Promo mengatakan ada lima kabupaten dan kota yang akan lebih difokuskan untuk menjadi magnet wisata. Yakni, Kota Solo, Semarang, Pekalongan, Magelang, dan Wonosobo.
Meski demikian, penguatan potensi wisata tersebut bukan berarti mengesampingkan kota-kota lainnya. Kelima kota itu memiliki potensi wisata dengan kekhasan masing-masing.
''Penguatan wisata kawasan itu lebih memfokuskan target yang akan dibidik. Selama ini program promosi wisata berkesan tidak ada target dan juga berjalan sendiri-sendiri,'' jelasnya, kemarin.
Jateng Promo merupakan himpunan kalangan PHRI, Asita, AWAI, forum pelaku MICE, forum maskapai, serta pemerintah.
Tujuan Wisata Pemasaran yang digencarkan itu dimaksudkan agar Jateng benar-benar menjadi daerah tujuan wisata.
Menurut Andhy, wisatawan lebih sering melewatkan Jateng karena hanya sebagai daerah perlintasan. Apabila mereka bisa ditarik untuk menghabiskan waktunya di Jateng meski dalam waktu sehari, sudah memiliki efek positif untuk pengembangan bisnis wisata.
Sejumlah program yang sudah siap dilaksanakan Jateng Promo dalam tahun ini, di antaranya Semarang Great Sale, Pekalongan Batik Festival, dan Borobudur Travel Mart. Pihaknya tetap melaksanakan kegiatan itu meski sekarang pemprov memiliki kebijakan menunda Visit Jateng Year dari rencana semula dilaksanakan 2011 menjadi 2013. (H22-27)
Sumber : http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2010/05/22/110425/Lima-Kota-Difokuskan-Jadi-Magnet-Wisata
Kliping suara merdeka : Jasa Order Paket Wisata Naik 50%
Posted: by Karis As A Trader in Labels: kliping wisata semarang25 Mei 2010 | 00:07 wib | Daerah
Jelang Libur Tahun Ajaran Baru
Jasa Order Paket Wisata Naik 50%
Semarang, CyberNews. Menjelang libur tahun ajaran baru, jasa order paket wisata mengalami peningkatan hingga dua kali lipat. Bahkan selain tujuan wisata domestik, biro wisata mengaku kewalahan memenuhi pemesanan wisata ke luar negeri.
"Peningkatan order mulai terasa pada awal Mei ini. Permintaan paket wisata domestik menuju Bali dengan pemesanan sebanyak 75%, sisanya menyusul Lombok dan Manado masih menjadi tujuan favorit. Namun, adapula pihak sekolah SMA yang meminta tujuan wisata ke luar negeri seperti Singapura," ujar marketing Tour Departemen Central Wisata, Hosea, Senin (24/5).
Potensi Wisata Semarang Belum Tergarap
Posted: Wednesday, May 5, 2010 by Karis As A Trader in Labels: kliping wisata semarangSEMARANG, KOMPAS.com- Belum tergarapnya potensi wisata yang terdapat di Kota Semarang membuat kunjungan wisatawan sulit terdongkrak. Pemerintah Kota perlu mengembangkan produk wisata yang memiliki nilai jual kepada wisatawan.
Ketua Harian Semarang Tourism Board Teguh Kismarjanto, Jumat (1/5) kemarin, mengatakan, tidak adanya obyek wisata yang menjadi unggulan membuat banyak turis yang mengalihkan destinasi wisatanya ke daerah di luar Kota Semarang.
Festival Pandanaran Ikon Baru Potensi Wisata semarang
Posted: by Karis As A Trader in Labels: kliping wisata semarangSemarang, CyberNews. Jalan Pandanaran yang terkenal sebagai pusat jajanan di kota Semarang, malam (12/12) ini dibanjiri oleh warga Semarang yang ingin menyaksikan Festival Pandanaran.
Kegiatan tersebut rencananya akan dilangsungkan selama dua hari yakni tanggal 12 dan 13 Desember, stan yang ada terisi berbagai macam dari penjual makanan sampai dengan dealer mobil.
Sesuai dengan temanya "untuk lebih memperkenalkan potensi wisata di Kota Semarang", Dinas Pariwisata Kota menggelar Festival Pandanaran, yang berlansung hingga minggu dimeriahkan oleh berbagai hiburan dan diikuti hampir lebih dari 80 stand pameran yang berjajar rapi dengan harapan dapat membawa suasana baru bagi kota semarang yang haus akan hiburan.
Para pelaku wisata di Bali menyatakan siap membantu menjual potensi pariwisata Semarang. Sebab, mereka melihat pariwisata di Semarang cukup potensial untuk dijual.
Ketut Ardana, pengurus Asita Bali, mengatakan hal itu dalam acara travel dialog, yang digelar Semarang Tourism Board (Smart Board), di Hotel Adhi Jaya, Kuta, akhir pekan lalu.
SEMARANG-Kawasan Kota Lama mulai dilirik kalangan investor. Salah satu pengusaha yang menyatakan ketertarikan, yakni Gabriela Tegia, President Director Losari Caffe Plantation Resort and Spa, sebuah resor mewah di sekitar perkebunan kakao Losari, Kabupaten Semarang.
Pengusaha Belanda ini mengaku tertarik mengembangkan wisata budaya di Kota Lama.
Dalam Workshop Revitalisasi Kota Lama Semarang, Rabu (16/3), Gabriela yang juga merintis pembangunan Hotel Amandari di Bali mengungkapkan Semarang potensial menjadi pusat transit wisatawan. Kota Semarang memiliki kekayaan arsitektur Belanda yang layak dijual kepada wisatawan.
Potensi MICE di Semarang Perlu Dikembangkan
Posted: by Karis As A Trader in Labels: kliping wisata semarangSEMARANG, KOMPAS.com — Meskipun masih terkendala untuk menjadi daerah destinasi penyelenggaraan pertemuan, insentif, konferensi, dan pameran atau MICE, Kota Semarang memiliki potensi yang patut dikembangkan. Wisata MICE menekankan pada aksesibilitas, fasilitas, dan rekreasi.
Hal itu dikemukakan Ketua Panitia Indonesia MICE and Corporate Travel Mart (IMCTM) Panca Rudolf Sarungu di Kota Semarang, Jawa Tengah, Senin (4/5). IMCTM merupakan forum bisnis yang memfasilitasi pertemuan antara perusahaan, biro perjalanan wisata, hotel, dan penyedia jasa MICE dan akan diselenggarakan pada 4-7 Juni mendatang di Yogyakarta.
Potensi Wisata Harus Dikemas dengan Menarik
Posted: by Karis As A Trader in Labels: kliping wisata semarangSEMARANG, KOMPAS.com - Potensi wisata yang ada di berbagai daerah harus dikemas semaksimal mungkin agar dapat menarik wisatawan untuk berkunjung. Meski memiliki banyak potensi wisata, wisatawan enggan melirik karena kurang menarik.
Salah satu contoh wilayah yang memiliki potensi wisata menarik namun tidak dimaksimalkan adalah Kota Semarang. Kamis (19/3) dalam musyawarah daerah Asosiasi Biro Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Jateng di Kota Semarang, Direk tur Kartika Tour and Travel Andreyanto K Herlambang mengungkapkan, pengemasan tempat wisata di Semarang masih sangat kurang.
hot.detik
"jangan ambil sesuatu kecuali foto, jangan tinggalkan sesuatu kecuali jejak, jangan bunuh sesuatu kecuali waktu."
| Blog: |
| karis semarang |
Topics: |
| adsense, marketing, afiliasi |